Monday, 30 April 2012

Tak Seindah di Angan

Ironis mmg, saat dengkuran mereka berpadu dgn desahan nafasnya, suara penyeru itu tak terhiraukan.

Aku meradang, mngeliat keluh dlm tatapan-tatapan wajah mereka yg penuh hasrat. Spt aliran listrik menyengat, mrka emoh mengurung niat, tempat ini hampir penuh dgn pasangan muda.

Aaah...realita jakarta, baru 10 jm dikota ini, kembali aku trsadar, trnyata aku ini masih lugu, ''bodoh'' (dlm tanda kutip).
Kdg sulit utkku kembali melangkah menyulam kepingan mimpiku di kota ini. Hanya bias wajahmu yg selalu kutunggu

Samar trdengar alunan murotal di front office, trnyata mrk msh ingat atau skdr mengikuti bulan ramadhan yg baru saja mulai, entahlah, mgkn jg aku yg trlalu munafik.

Aku masih belum dpt trpejam, semua selalu tak seindah diangan, jakarta selalu mmberikan kesan utkku, dahulu, sekarang jg saat ini.

Potret usang kenangan dgnmu tak pernah terlupakan, jg potret digital prtemuanku dgnmu makin mgajakku brpikir kau pilihan hatiku...tp apa daya semua tak seindah diangan.

Teruslah melangkah, melangkahlah dgn hatimu, kuyakin cinta ini pasti akan menyatu, aku akan menjagamu.

0 comments: