Monday, 30 April 2012

Tak Seindah di Angan

Ironis mmg, saat dengkuran mereka berpadu dgn desahan nafasnya, suara penyeru itu tak terhiraukan.

Aku meradang, mngeliat keluh dlm tatapan-tatapan wajah mereka yg penuh hasrat. Spt aliran listrik menyengat, mrka emoh mengurung niat, tempat ini hampir penuh dgn pasangan muda.

Aaah...realita jakarta, baru 10 jm dikota ini, kembali aku trsadar, trnyata aku ini masih lugu, ''bodoh'' (dlm tanda kutip).
Kdg sulit utkku kembali melangkah menyulam kepingan mimpiku di kota ini. Hanya bias wajahmu yg selalu kutunggu

Samar trdengar alunan murotal di front office, trnyata mrk msh ingat atau skdr mengikuti bulan ramadhan yg baru saja mulai, entahlah, mgkn jg aku yg trlalu munafik.

Aku masih belum dpt trpejam, semua selalu tak seindah diangan, jakarta selalu mmberikan kesan utkku, dahulu, sekarang jg saat ini.

Potret usang kenangan dgnmu tak pernah terlupakan, jg potret digital prtemuanku dgnmu makin mgajakku brpikir kau pilihan hatiku...tp apa daya semua tak seindah diangan.

Teruslah melangkah, melangkahlah dgn hatimu, kuyakin cinta ini pasti akan menyatu, aku akan menjagamu.

Sunday, 29 April 2012

Judulnya apa

Bisikan itu seakan menyapu dera noda diwajahku, bisikan itu kembali datang, bisikan itu isyaratkan bayangan, bayangan ttg dia yg kembali membongkah guratan-guratan patern di indahnya wajahnya, manisnya bagai gula, tagih dan semaput bangkaiku.


Malam disudut pelataran malam, ku tak sengaja gila, trtawa sendiri, trsenyum sendiri, menangis sendiri, huuuuu rangkaianmu memompa hasratku... Memompa denyut jantung semakin kencang.

''buat apa kau diam saja, biacaralah agar aku tau, warna dirimu,..duhai permata hatiku...''

Emaaak...

Seringai wajahmu mulai menambun, tampak hangat menenangkan gundahku. Dalam dekapan malam bersama tayangan televisi aneh yg selalu kutonton, aku mengingatmu.
merindukan dekapanmu, merindukan hadirmu ibu,...

Lama tak bersama, lama tak lagi merasakan duduk semeja menyantap makan malam kita. Jg menyantap hari-hari yg indahnya tak dpt terlukiskan oleh benakku.

Selamat hari ibu untuk ''mama'', sebenarnya buatku tidak ada ''hari ibu'' krn semua hari adalah untukmu ibu...

Miss u ma

Dekapan Usang yang Apek

Hari ini dalam dekapan bantal usang, saat genderang kumandang adzan hampir bertalu. Jum'at, siang 24 februari 2012...saya mengaku lemah, mengaku bodoh jg benar2 mengaku diri belum mampu dibanggakan.

Hampir setengah dekade berjuang dan badan ini mulai melemah, mgkn hanya harap yg mampu menahan laju peluru menembus tubuh. Mgkn jg hanya cinta kasih dan harapan ibu yg selalu menunggu wajah kusamku pulang memeluknya...

Semua telah berubah, jiwaku masih merindu, rindu akan kebahgiaan yg diceritakan ibu kantin saat nilai ujian anaknya beprestasi. Rindu akan kebersamaan yg tiada tara yg kudptkan bersma mereka.
Rindu serindu-rindunya.....

Aku merasa bersalah dengan keterbatasan, merasa tidak lebih baik dari mereka,.. Tetapi semua tetap akan berjalan sebagaimana mesti, sesuai harapan dan jua keinginan.

Mungkin sudah saatnya menepi... Memulai dengkuran asa yg berbeda, merajut helai benang yg berwarna putih.