Thursday, 26 July 2012

Apaan sih "Enterprise Resource Planning"??? Lalu Kenapa Bisa"........"


Mungkin beberapa dari kita masih awam terhadap judul diatas, saya sendiri juga masih meraba-raba tentang hal ini. Dalam perkembangan ERP menurut hasil browsing yang saya kutip dari wikipedia, ERP ini adalah kepanjangan dari Enterprise Resource Planning yaitu sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Naah lho ribet kan!! Merujuk pada penjelasan si wikipedia tadi, saya sudah membayangkan kalau Enterprise Resource Planning ini berkaitan dengan sistem-sistem manual administrasi menjadi otomatisasi administrasi perhitungan yang akurat dalam sebuah perusahaan manufaktur/ pabrikan yang dikelola oleh komputer. Begitulah pikiran saya dalam memahaminya.

Lalu dalam penjelasannya, ERP menjadi suatu jalan yang sangat ruaar biasa untuk menjamin terkendalinya pengelolaan keuangan, distribusi, logistik dan bahkan ia dapat menghitung terkendalinya proses per proses dalam memproduksi barang. Kebayang kan!! Hmmm....alangkah hebatnya ini system ERP.

Lagi menurut penjelasan wikipedia tentang karakter ERP bekerja sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Pokoknya mantab deh. Namun tidak ada sesuatu yang sempurna, kembali kepada peribahasa lama "Tak ada Gading yang tak Retak". ERP tetaplah Sebuah system yang diciptakn manusia, dijalan juga oleh manusia yang berkumpul untuk suatu tujuan dan kepentingan yang sama.

Sengaja saya menuliskan tentang ERP ini, karena berangkat dari pengalaman, saya acap duduk termangu dengan dahi yang sesekali berkerut menatap monitor, menghadapi teman-teman sekantor yang kadang menghindar atau sengaja mengalihkan objek pembicaraan ketika saya membicarakan ERP yang perusahaan beli dari negeri antah berantah. Atau juga mengahadapi teman-teman yang seakan sangat merespon tapi dengan pandangan yang beda saat koordinasi tentang ERP ini. Beuuh Alangkah ERP ini sangat bertolak belakang dengan gambaran-gambaran yang saya temukan.

Maklum saja kebetulan saya bukan orang Teknologi Informasi, sempat mengeyam bangku kuliah di Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik, saya mengambil jurusan Jurnalistik. Saya dulu bercita-cita menjadi seorang wartawan tadinya tetapi hidup itu adalah misteri kata mas Ari Lasso, Jadi duduklah saya sebagai orang yang mengurus tentang ERP ini. Tetapi tetap berusaha dan tabah, orang tua saya selalu mengajarkan "jangan Pernah menyerah, setiap perjuangan selalu memberikan hasil". Lalu menurut bang Iwan fals, dia juga bertutur dalam lagunya, " Keinginan itu adalah sumber derita". 2 tahun waktu yang saya berikan untuk meneruskan warisan orang sebelum saya yang sebelumnya mengurus ERP juga selama 2 tahun.

Kadang suatu ketika saya suka tertawa dalam hati kalau ingat orang Australia yang datang ke pabrik menyikapi tentang ERP ini, dia bilang ERP hanya bisa terlihat indah, hebat, ketika kita melihat presentasinya tetapi dalam prakteknya tidak. Hmmm...dalam nalar saya ini orang mungkin tidak ingin terlibat jauh atau kecemplung kayak saya jadi dia berkelit... Hehe..botak..botak!!!, Kalau saya jawab masalahnya bukan itu tapi karena kite udeh kelanjur beli tak, hahhaa

Tanpa bermaksud menyalahkan atau mencari objek penderita selain saya, disini saya ingin memberikan gambaran bahwa ada beberapa faktor penyebab gagalnya sebuah system ERP yang kita beli atau kelola dalam perusahan:

  • Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
  • Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
  • Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
  • Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru
(kutipan dari wikipedia)
  • Ketidakjelasan si pembuat program (programer) contohnya, kantornya dimana, jauh apa tidak kantornya, kejiwaan programernya, sifat programernya
  • Siapkan mateng-mateng system ERP yang akan dibuat, sesuaikan dengan keadaan dan ajak semua divisi dalam pabrik.
  • Paksakan programer untuk dapat datang ke lokasi pabrik kita, bertemu admin-admin yang akan menjalankan sistem. (bagaimanapun cara, mau halal atau harom, terserah)
  • Jangan membayar langsung saat membeli program ERP kepada programer, karena tukang program kadang juga pusing dengan program yang dia bikin. Jadi kalau kita bayar penuh langsung dia akan putus tidak mengurus lagi keluhan-keluhan kita.
  • Kumpulan admin-admin yang muda yang cukup mampu mengurus ERP, biasanya orang-orang yang agak tua tidak cakap atau males duduk lama-lama didepan monitor. kalaupun dia bersedia biasanya dia minta mengeluh yang macam-macam, contoh : komputer lemot, saya sibuk dilapangan atau bla-bla-bla.
  • Siapkan persediaan kopi dan cemilan.
  • Jangan pernah bicarakan program ERP kepada motivator-motivator, bukannya apa-apa mereka suka berkelit untuk hal ini.
  • Mungkin yang terakhir buang semua perdebatan yang tidak sesuai dengan proses trial ERP, karena akan menghabiskan waktu dan mulut akan kering dibuatnya.
(Pengalaman Saya)