Monday, 29 July 2013

Cara Kerokan yang baik

Gara-gara keseringan ga bisa tidur atau sibuk menyelesaikan pekerjaan, saya jadi kurang tidur kebanyakan melototin monitor,.terus badan jadi ga enak...pegel-pegel, kepala pusing, leher kaku. Jadi semuanya serba ga enak dilakukan. 

Kalo dah begini kadang saya minta tolong istri untuk melakukan kerokan. Dan ternyata kerokan itu ada caranya lho

Begini (saya dapet ngopi dari forum kaskus) : 

Untuk memulai kerokan, alat yang perlu dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Zat penghangat, bisa berupa balsem gosok, rheumason atau minyak kayu putih. Alternatif lain adalah menggunakan minyak tanah, tapi itu jaman dulu. Sekarang minyak tanah mahal dan langka, kalaupun anda nekat ngantri untuk mendapatkannya hanya akan menambah pasien kerokan. Untuk anak kecil (balita) sebaiknya gunakan bawang merah.
  2. Koin untuk pengerok. Sebaiknya gunakan uang Rp 100 lama, 100 kuningan (yang katanya ada campuran emas), atau 500 kuningan. Hindari menggunakan koin yang berbahan alumunium (koin mata uang baru), karena memiliki sisi yang tajam. Penggunaan koin mata uang asing tidak disarankan, karena carinya susah. Kecuali jika anda tinggal di luar negeri.
  3. Tissue, atau lap untuk membersihkan koin saat kerokan.
  4. Tempat yang bersih, lapang, dan nyaman untuk berbaring.
  5. Sarana hiburan: televisi, radio, atau i-pod. Jika tidak ada, majalah atau koran juga bisa.
Persiapan Kerokan
  1. Usahakan tubuh pasien dalam keadaan bersih. Kalau masih bisa berdiri, usahakan mandi terlebih dahulu.
  2. Orang yang mau dikerok ditidurkan telungkup, usahakan dalam posisi senyaman mungkin.
  3. Aktifkan sarana hiburan, hal ini akan sangat membantu mengurangi kebosanan saat mengerok/dikerok. HP tidak perlu dimatikan.
Proses Kerokan
  1. Untuk mempersiapkan tubuh, agar tidak kaget saat dikerok, usapkan minyak gosok ke punggung terlebih dahulu.
  2. Mulailah mengerok dari punggung kanan, diawali dari 4-5 cm sebelah kanan tulang belakang ke arah luar. Arah pengerokan mengikuti tulang rusuk, menghasilkan garis melengkung.
  3. Koin agak ditekan, jangan terlalu kuat dan jangan terlalu lemah, yang sedang-sedang saja. Lakukan berulang-ulang dengan arah yang sama. Jika dalam 10-15 kali kerok warna berubah menjadi merah, berarti pasien benar-benar sedang sakit. Sedangkan jika tidak, sebaiknya hentikan saja, karena hanya akan menyiksa pasien (lecet-lecet) .
  4. Lanjutkan dengan bagian kiri yang sejajar dengan kerokan yang dilakukan di nomer 3. Keterangan: saat kerokan ini, kadang-kadang daki terkumpul di ujung koin. Gunakan tisu atau handuk untuk membersihkannya.
  5. Ulangi langkah 3 dan 4, sekitar 2-3 cm dibawah kerokan sebelumnya. Usahakan tetap pada daerah diantara tulang rusuk. Begitu seterusnya sampai ke bawah.
Setelah Kerokan
  1. Usapkan lagi minyak gosok ke punggung, gunakan handuk untuk membersihkan sekaligus memijat punggung.
  2. Minumlah minuman yang hangat, atau kalau bisa makan bubur kacang ijo dan jamu este emje.
  3. Gunakan baju yang hangat dan nyaman, jika anda belum bisa membuat bubur kacang ijo.
  4. Rendam kaki dengan air hangat.
  5. Tidur.


Tips:

# Jangan terlalu sering kerokan, karena dapat menimbulkan kecanduan (kerokan addiction syndrom).
# Hindari menggunakan pakaian dengan punggung terbuka setelah kerokan. Karena orang-orang akan Watch Your Back!
# Jika anda punya modal, bukalah usaha "SPA dan KEROK", sepertinya akan diminati oleh wanita modern yang suka pakai baju minim.
Do it as your own risk!!!

0 comments: