Monday, 22 July 2013

Tentang Karet Pabrik Karet dan Obrolan Sok Pinter Saya

Karet sering kita temukan dimana-dimana, dari berbagai sudut selalu ada sesuatu perangkat yang memiliki unsur karet, tidak jauh saat kita menekan tuts qwerty keypad gadget kita menemukan karet, saat mengetik kata-kata di komputer kita juga menemukan unsur karet. Bahkan saat  menemani istri di malam hari,  kadang kita memerlukan karet walau saya yakin istri anda tidak menyukai karet itu karena kurang asyik,...hehehe

Ya kali ini saya ingin berbicara tentang karet, sesuatu yang lentur, identik dengan warna hitam walau bagi ada juga yang warna-warni. Saya yakin semua pasti kenal sama karet, kalau belum kenal nanti saya kenalin. haha.. Tanpa panjang lebar menurut teorinya ada 2  jenis karet, yaitu karet Alam dan karet Sintetik.


Naah lho mulai ngomongin teori nih jadinya. Jangan bosen ya ini baik lho buat nambah pengetahuan kebetulan saya kan kerja di pabrik karet tapi bukan bikin karetnya. Disini kami mengolah karet jadi macam kebutuhan terngantung permintaan.Kayak foot step sepeda motor,  rubber stopnya gudang, lalu seal-seal sampai marine fender dan lain-lain. 

Oke deh kalo begitu kembali pada topik tentang karet alam dan karet sintetis. Ya karet alam ialah jenis karet pertama yang ditemukan oleh manusia. setelah penemuan proses vulkanisasi yang membuat sifat karet menjadi tidak terpengaruh suhu, maka karet mulai degemari untuk digunakan, seperti sol sepatu, telapak ban, dll.


Salah satu sifat karet alam yang sampai saat ini sulit disaingi oleh sintetik ialah kepegasan pantul yang baik sekali, sehingga heat build up yang dihasilkan juga rendah, dan sifat ini sangat diperlukan untuk barang jadi karet (vulkanisat) yang kerjanya mengalami hentakan berulang-ulang, contok aplikasinya ialah ban truk dan ban pesawat terbang.

Tetapi karet alam mempunyai kelemahan yang mengakibatkan mulai digemarinya penggunaan keret sintetik, yaitu kurang tahan terhadap panas dan minyak.

Sedangkan Karet Sintestik dimulai dari berakhirnya perang dunia kedua, karet sintetis berkembang lebih pesat dengan lebih banyak jenis-jenisnya. saat ini telah ada belasan jenis karet sintetik dengan berbagai karakteristiknya, dan terus bertambah.

Sebelum perang dunia kedua, hanya karet alam yang tersedia. sehingga boleh dikata bahwa untuk keperluan teknik (engineering) tidak ada pilihan lain selain menggunakan karet alam. Sejalan dengan digunakannya karet alam untuk berbagai keperluan, maka mulai ditemukan kelemahan2 karet alam yang menyebabkan para ilmuwan berusaha keras untuk menciptakan jenis-jenis karet sintetik tertentu untuk menggantikan karet alam, antara lain :

  • SBR dengan berbagai variasinya
  • IR dengan berbagai variasinya
  • NBR dengan berbagai variasinya
  • EPDM dengan berbagai variasinya
  • Neoprene dengan berbagai variasinya
  • Butyl dengan berbagai variasinya
  • Hypalon dengan berbagai variasinya
  • Silicone dengan berbagai variasinya
  • Urethane dengan berbagai variasinya
  • Fluorocarbon (viton) dengan berbagai variasinya, dan masih banyak jenis karet 

Demikian obrolan sok pinter saya, semoga berkenan dan berguna bagi nusa dan bangsa, Terima kasih wabillahi taufik wal hidayat wasallamualakum wr.wb





0 comments: