Sunday, 21 April 2013

Jelang Pemilihan Kuwu

Malam menjelang tidur saya tergaduh karena istri saya bercerita tentang grasak-grusuk orang-orang didaerah sekitarnya yang sedang menyambut datangnya pemilihan kuwu didesa ini. Tak pelak saya banyak bertanya,..banyak mengereyitkan dahi seraya mencoba menggali lebih dalam
apa sih itu kuwu?

Lalu apa sih kelebihan menjadi kuwu? kemudian yang lebih kasarnya
berapa sih sebenarnya gaji kuwu?
Soalnya saya heran kenapa mereka begitu antusias. Kata istri saya harusnya seperti mereka juga karena saya sebentar lagi akan menjadi penduduk sini.

Setelah mendengarkan beberapa cerita dari istri saya tentang tindak-tanduk peristiwa sebelum pemilihan kuwu di sini, saya sedikit berasumsi bahwa perlunya pemahaman politik untuk masyarakat, sosialisasi tata cara yang berisi hal yang harus dilakukan pemilih/ peserta tentang sebelum-acara-sesudah acara pemilihan. Juga hal yang tidak boleh dilakukan pemilih/peserta tentang sebelum-acara-sesudah acara pemilihan.

Mungkin hal diatas sudah dipikirkan oleh mereka yang merancang pemilihan kuwu. Namun ada baiknya sosialiasi itu harus mengena dan detailnya dapet. Karena pemahaman politik masyarakat kecil yang tingkat ekonomi juga lingkungan yang tidak mendukung berpotensi gejolak kecil diantara kumpulan-kumpulan kelompok masyarakat yang memang berpikir datar.

Oleh karena itu, saya sebenarnya ga usah ikut-ikutan pusing. Karena wajar saja setelah ketikan ini hampir selesai, saya menemukan artikel tentang penjelasan mengenai Kuwu. Kali ini dari http://tabloid-mh.blogspot.com/2012/02/kuwu-jabatan-terhormat.html

Nah disini dijelaskan ada kebanggaan yang lebih dibandingkan dengan menjadi pejabat sungguhan di instansi pemerintah, karena apa? karena masyarakat yang dipimpin adalah masyarakat yang berbeda. Mereka selalu mengingatkan anda sampai kapanpun. Jadi biar begitu saya tidak kepengen tuh. yang saya pengen malam ini istri saya bangun ngajak perang,...hehehe

Demikian sodaraku sebangsa dan setanah air,... sedikit ceritaku yang ngawur, semoga yang membaca betah mampir di mari.

Salam